05 Agustus 2009

Sadarkah Kita.

Sadarkah kita bahwa;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya
kita melihat yang ada di depan, kita lahir dengan dua telinga,
satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari
kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana
yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorang pun
yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari
segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup
dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang
tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh.
Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita
untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk
hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi
jangan mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan
sebanyak yang sudah anda berikan. Berikanlah cinta tanpa
mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup
ini akan menjadi lebih indah.



***************************************************************

Tahukah Anda.


Di masa jayanya, Wilhelm Steinitz adalah salah satu pemain
catur paling cemerlang di dunia. Namun saat semakin tua, ia
secara perlahan-lahan dijangkiti kegilaan, dan sering merasa
bahwa ia dapat menelepon seseorang tanpa menggunakan telepon,
ataupun bermain catur tanpa menyentuh bidak.

Puncak kegilaannya terjadi saat Steinitz mengumumkan kepada
masyarakat luas bahwa ia hendak menantang Tuhan untuk bermain
catur. Lebih parah lagi, ia menawarkan fur satu bidak dalam
pertandingan ini.


***************************************************************

Kata Bijak Hari Ini.


Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dia lah
ladang hatimu, yang dengan kasih kautaburi dan kau pungut
buahnya penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya dikala
hati gersang kelaparan, dan mencarinya dikala jiwa
membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari
persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. (Kahlil Gibran)

***************************************************************

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com